Bule on Blades untuk Indonesia Hijau

Posted: April 20, 2011 in Me

Banyak cara untuk menyindir pemerintah dan masyarakat yang masih tak peduli pada kerusakan lingkungan. Salah satunya yang dilakukan Sacha Stevenson, perempuan asal Kanada ini meluncurkan proyek Bule on Blades (bule bersepatu roda), sebagai kontribusinya pada gerakan Go Green.

Sacha akan bersepatu roda sejauh 1420 kilometer dari Pelabuhan Merak hingga Kuta, Bali. Ia juga akan menanam pohon di beberapa kota yang dilewati. Perjalanannya ini akan dimulai awal Mei dan akan berlangsung selama 30 hingga 40 hari.

Selap selip di jalan Jakarta

Sacha sudah 10 tahun tinggal di Indonesia. Saat pertama datang, ia terkejut dengan kemacetan dan polusi Jakarta. Di Kanada tidak ada kota semacet Jakarta, katanya. Namun ia mengaku sudah jatuh cinta dengan Indonesia, yang kaya dengan flora dan fauna serta keramahan penduduknya. Menurutnya, Bule on Blades adalah upaya untuk memberi sesuatu yang berarti pada Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai rumah.

Sacha, yang pernah menjadi presenter acara Wara Wiri, mengaku sedih melihat apa yang terjadi dengan kota-kota besar di Indonesia. Polusi udara sudah parah, dan makin hari makin macet. Ia pun mulai mengganti motor atau mobil dengan rollerblades (inline skates).

“Saya sering melewati jalan Mampang, Jakarta Selatan. Sekarang kalau sudah jam macet parah sekali. Kalau pakai motor sudah susah untuk lewat. Saya pakai inline skate, sekarang Mampang jadi gampang buat saya, bisa selap selip. Lebih cepat dari mobil. Saya pakai sepatu roda sekitar tiga bulan yang lalu,” katanya sambil tertawa.

Setiap hari Sacha menggunakan sepatu roda menuju kantor yang jaraknya 19 kilometer. Ia memilih sepatu roda karena lebih kecil dan ringan dibanding sepeda. Perempuan kelahiran 1982 ini pernah punya pengalaman tidak enak saat menggunakan sepatu roda.

“Kejadiannya tidak jauh dari rumah. Tiba-tiba ada orang yang membunyikan klakson, saya pikir itu bis jadi saya minggir. Ternyata itu motor, dan dia keluarkan kata-kata kasar. Dia berhenti, putar balik dan lakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Dia seolah-olah mau tabrak saya. Lima belas menit kemudian saya ketemu orang itu dan saya pura-pura catat plat nomornya dan dia langsung kabur.”

Menyebarkan gaya hidup hijau

Penikmat durian, petai dan jengkol ini ingin membagi inspirasi kepada banyak orang agar memilih gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Perubahan kecil saja sudah menjadi langkah bagus, tegasnya.

Ia menilai carfree day tidak cukup mengatasi polusi Jakarta. Pasalnya, pada hari Minggu, saat program itu dilaksanakan, tidak ada kantor yang buka sehingga Jakarta tidak terlalu macet. Sementara pada hari kerja dari Senin hingga Jumat warga Jakarta kembali menggunakan kendaraan bermotor.

Sacha mencari cara mengajak orang untuk lebih peduli lingkungan, dan sekitar enam minggu yang lalu muncullah ide Bule on Blades. Sacha Stevenson akan menyiapkan dana sekitar 16 juta untuk aksinya ini. Akan ada 3-4 orang yang akan mendampinginya. Kru itu akan bertugas untuk memenuhi segala kebutuhan Sacha selama melakoni aksi cinta lingkungan ini.

“kalau saya lakukan itu dan orang lain lihat, kalau perempuan kecil bisa dari Merak ke Kuta naik roller blade, kalau dia bisa lakukan itu berarti kalau saya naik sepeda ke kantor yang jaraknya hanya lima sampai 10 kilo, pasti saya bisa,” katanya.

Sacha mengaku tidak punya persiapan khusus. Dia hanya membiasakan diri dengan berbagai tipe jalan yang akan dilaluinya. Seminggu sebelum keberangkatan, Sacha akan mengurangi kegiatan untuk menyimpan tenaga dan banyak melakukan yoga agar lebih fit saat hari H-nya.

Sacha kini masih menunggu ijin dari kepolisian untuk bisa melintas di jalan tol. Jika tidak diijinkan, ia akan melewati jalan biasa. Ia juga mengaku belum ada pihak-pihak yang mau mensponsori kegiatan ini. Tapi belakangan ada sejumlah mahasiswa pencinta alam di Bandung, Yogyakarta, Solo dan Purwokerto yang siap membantu menyediakan pohon yang akan ditanam.

“Mudah-mudahan bukan saya saja yang menanam pohon. Tapi orang di daerah-daerah yang saya berhenti juga ikut menanam pohon. Bukan itu saja, go green bukan hanya menanam pohon atau bike to work, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Bikin perubahan di kehidupan walaupun sedikit,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s