Kurangi Kemacetan, Gabung di Komunitas Nebeng

Posted: Februari 18, 2011 in Me

Jadi pengguna jalan Jakarta serba salah. Mau bawa mobil pribadi pasti bakal menambah kemacetan dan polusi, belum lagi harus memikirkan harga BBM yang terus naik. Mau coba transportasi umum? Supir yang ugal-ugalan dan kondisi kendaraan yang tak laik jalan masih menjadi hambatan. Kenapa tidak coba nebeng kendaraaan lain untuk berangkat dan pulang kantor.

Itulah yang ada di pikiran Rudyanto, pengagas komunitas nebeng.com. Setiap hari ia harus terjebak kemacetan sejak keluar rumah di kawasan Tengerang hingga kantornya di Cakung, Jakarta Timur. Ketika terjebak macet di tol Merak-Jakarta, Rudy melihat banyak mobil yang isinya hanya satu orang.

“Dari sana saya punya ide bagaimana orang-orang ini bergabung, dua mobil menjadi satu mobil, seharusnya bisa mengurangi kemacetan karena jumlah mobil yang turun ke jalan berkurang. Selain itu, juga bisa menghemat BBM 50 persen,” kata Rudy.

Komunitas ini dilucurkan tiga hari sebelum kenaikkan BBM pada 2005 lalu. Tujuan awalnya mengurangi kemacetan, tetapi seiring dengan adanya perubahan iklim global tebeng-menebeng juga bisa mengurangi emisi dan menghemat penggunaan energi fosil.
Rudy mulai mengajak sepupu dan teman yang ingin berangkat menuju kantor di Jakarta untuk berangkat bersama menggunakan satu kendaraan.Kegiatan nebeng alias carpooling ini terus berkembang dari mulut ke mulut. Anggota komunitas ini sudah mencapai 30 ribu orang.

Komunitas nebeng.com berfungsi sebagai fasilitator untuk mempertemukan penebeng dan pemberi tebengan. Tujuannya agar saling kenal sehingga keamanan selama perjalanan bisa terjamin. Pemberi tebengan tidak asal angkut penumpang di pinggir jalan.

“Potensi keamanan bisanya berasal dari orang yang tidak punya kerjaan, seperti penodong, penjambret. Nah, kalau kita tahu latar belakang penebeng, emailnya ada, teleponnya ada, kalau perlu ketemuan dulu. Jadi ada proses seleksi. Konsepnya swalayan, penebeng dan pemberi tebengan harus proaktif bertemu sendiri.”

Untuk bergabung di komunitas ini Anda cukup membayar uang pendaftaran 10 hingga 20 ribu rupiah.

“Kalau untuk nebengnya, setelah ditemukan orang yang sesuai, kenalan dulu, setelah itu bisa membuat kesepakatan mengenai harganya. Ada juga yang gratis, biasanya untuk orang-orang yang sering mencari joki Three in One, daripada bayar joki lebih baik ngajak orang lain, jadi sama-sama gratis. Yang kedua, ada kesepakatan untuk sekedar bayar BBM, sehingga yang punya mobil juga terbantu. Jadi tarifnya berdasarkan kesepakatan. Kalau ditanya tarif Tangerang-Jakarta, saya tidak bisa jawab karena tergantung hasil kesepakatan,” tambah Rudy.

Jumlah penumpang yang bisa diangkut juga berdasarkan kesepakatan bersama. Tempat penjemputan hingga posisi duduknya juga bisa diatur.
Ia menambahkan, kegiatan ini berbeda dengan kendaraaan umum, seperti taksi gelap atau omprengan. Pemberi tebengan tidak mencari untung. Ongkos yang dikeluarkan penebeng hanya untuk menutup pengeluaran BBM dan tol.

Rudyanto menyebutkan bahwa sebagian besar anggota nebeng.com adalah pegawai kantoran dan mahasiswa. Anggota terbanyak datang dari Jakarta, diikuti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok. Bergabung di komunitas ini, kata Rudy, bisa menambah teman, dan bahkan ada yang menjalin bisnis bersama.

Komunitas ini berharap lebih banyak lagi warga yang turut bergabung. “Kalau 50 persen warga Jabodetabek sudah gabung di Nebeng.com, mungkin kemacetan dan polusi bisa berkurang,” ujar Rudy.

Jadi tidak usah malu lagi mencari tumpangan, tinggal klik Nebeng.com dan temukan-lah jodoh dalam perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s