Indonesia di Mata Sineas Hollywood

Posted: Agustus 2, 2010 in Film

Negara Primitif dan Terbelakang, KING KONG (1933 DAN 2005)

King kong digambarkan sebagai hewan langka dan primitif. Untuk meyakinkan
penonton akan hal ini, dipilihlah Pulau Tengkorak yang letaknya di perairan
Indonesia. Tujuannya agar tergambar bahwa hewan tersebut berasal dari tempat
yang sangat jauh, dan tentu saja,primitif.Sempat juga tergambarkan dalam
film kalau kapal laut yang membawa king kong bernama Kapal Soerabaja.

JUMANJI (1995)

Film yang dibintangi Robin Williams ini bercerita tentang petualangan ajaib
yang dialami para tokohnya lewat perantara sebuah papan permainan. Dalam
salah satu adegannya, Williams kembali ke dunia nyata dengan berpakaian
compang- camping dan bertingkah layaknya orang sakit jiwa yang akan membuat
keributan. Saat hendak ditangkap polisi, Kirsten Dunst berusaha meyakinkan
kalau Robin Williams adalah pamannya yang berasal dari Indonesia. Well,
rupanya penulis skenario film ini menganggap Indonesia adalah tempat
orang-orang primitif yang senang membuat kerusuhan.

THE ISLAND OF DR. MOREAU (1996)

Film ini bercerita tentang ilmuwan sinting yang terobsesi menggabungkan
manusia dan hewan menjadi spesies baru. Untuk menggambarkan keabnormalan si
ilmuwan, dipilihlah lokasi “primitif” di sebuah pulau terpencil di kawasan
Indonesia timur. Setting dan kisah film ini sebenarnya tidak perlu “diambil
hati”kalau saja yang membuatnya bukan sutradara kawakan John Frankenheimer
yang dikenal lewat Ronin,The Manchurian Candidate,dan sederet film
berkualitas lainnya. Satu lagi, dalam versi novel yang ditulis H.G. Wells,
kapal yang ada di film ini bernama Ipencacuanha. Di versi film, nama
kapalnya berubah menjadi Ombak Penari yang diambil dari kata Wave
Dancer.Padahal disesuaikan dengan grammar, seharusnya terjemahannya adalah
Penari Ombak.

BATS (1999)

Lagi-lagi Indonesia “dilibatkan” dalam sebuah eksperimen keblinger.
Kelelawar-kelelawar yang dijadikan bahan percobaan oleh pemerintah dalam
film ini berubah menjadi hewan yang beringas dan menyerang penduduk kota.
Mau tahu dari mana asal kelelawar tersebut? Ya, Indonesia. Bahkan dua
kelelawar yang jadi “bintang”dalam film ini diambil langsung dari negara
kita.

ANACONDA 2: THE HUNT FOR THE BLOOD ORCHID (2004)

Sekuel Anaconda ini bercerita tentang serombongan ilmuwan yang melakukan
ekspedisi mencari anggrek berdarah, yang dipercaya membuat awet muda.Namun,
rombongan ekspedisi justru porak-poranda diserang anaconda ganas yang
ternyata telah memakan anggrek tersebut. Untuk membuat adegan itu masuk
akal, disebutkan lokasi anggrek berada di pedalaman Kalimantan.Ya, bahkan di
era informasi ini sineas Hollywood masih menganggap Indonesia sebagai sarang
flora dan fauna tak lazim. Bayangkan, lokasinya di Kalimantan.
Tapi,hewan-hewan yang lalu lalang justru dari Amerika Selatan.Oh Tuhan,
sejak kapan anaconda nongol di Kalimantan? Enggak logis banget kan?

Sarang Teroris, SLEEPER CELL (2005-2007)

Serial TV ini bercerita tentang Darwyn Al-Sayeed, seorang muslim
Afrika-Amerika yang bekerja sebagai agen FBI. Tugas Darwyn adalah mengusut
kasus terorisme yang dilakukan organisasi teroris pimpinan Faris Al-Farik.
Diceritakan, dalam episode Target dan Scholar,Darwyn berurusan dengan tokoh
mahasiswa Indonesia bernama Eddy Pangetsu (Jeff Mallare). Eddy digambarkan
sebagai ahli biologi kimia yang direkrut Faris Al-Farik untuk membuat virus
anthrax yang disebar di Amerika.

Menariknya, salah satu adegan menggambarkan Faris menuduh Eddy
menyelundupkan virus tersebut ke Indonesia untuk dikirimkan ke pamannya,
seorang gangster lokal.Oke, negara kita kini digambarkan cerdas, tapi gemar
berperang. Ironisnya lagi, Sleeper Cell yang punya tagline “Friends.
Neighbours. Husbands. Terrorists” ini ternyata cukup mendapat perhatian di
negara asalnya. Buktinya,tahun lalu serial ini dinominasikan Emmy Awards
untuk kategori Outstanding Miniseries, serta Golden Globe untuk Best
Miniseries.Untunglah, Sleeper Cell tidak menang.Lebih untung lagi, Jeff
Mallare si pemeran Eddy Pangetsu juga tidak masuk nominasi.

Negara penuh konflik, THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY (1982)

Film yang diperankan oleh Mel Gibson dan Sigourney Weaver ini berkisah
tentang seorang wartawan yang dikirim ke Jakarta untuk meliput masa-masa
genting di tahun 1965-1966. Saat itu, Indonesia yang dipimpin oleh Presiden
Soekarno sedang mengalami krisis politik dan ekonomi.Tak heran, situasi
Jakarta digambarkan sangat kacau, lengkap dengan embel-embel penduduk yang
merana karena kelaparan.

SMALLVILLE, MUSIM 2 (2003)

Whitney,pacar Lana,masuk militer dan dikirim ke wilayah yang sedang
berkonflik.Di mana? Ya, di Aceh. Saat sedang berpatroli, kendaraan yang
membawa Whitney dan peletonnya dibombardir, dihujani ledakan
bertubi-tubi.Adegannya mirip kondisi perang di Irak.

Negara “Selalu Bikin Kacau”, LETHAL WEAPON 4 (1998)

Dalam salah satu adegannya, Danny Glover memaki-maki kapal yang
ditumpanginya bersama Mel Gibson. Dengan mimik khasnya dia berkata, “Kapal
bodoh ini dibuat oleh seseorang yang berasal dari Indonesia.” Wah….

SWEETEST THING (2002)

Si manis Cameron Diaz juga tidak mau ketinggalan “menghina” Indonesia. Di
salah satu adegan, Diaz yang kewalahan dengan ulah teman-temannya yang
sering bikin repot, langsung nyerocos dengan santainya, “Kalian ini bikin
kacau saja seperti Indonesia!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s