We Die Young

Posted: Juli 12, 2010 in Film

Setiap bulan selalu muncul bintang-bintang muda tampan dan yang pasti tengah naik daun. Mereka berharap bisa punya karir yang langgeng dan menyamai prestasi Johnny Depp atau Leonardo DiCaprio yang mampu menjelma menjadi aktor papan atas.

Sayangnya banyak aktor yang digadang-gadang bakal punya karir bagus malah tenggelam lantaran terjerat narkoba atau memilih bunuh diri karena merasa kiprahnya di Hollywood sudah mentok.

Saya jadi ingat aktor idola saya River Phoenix. Muda, ganteng dan aktingnya tidak kalah dibanding senior-seniornya. Namanya mulai terkenal setelah main di Stand By Me bareng Will Wheaton, Corey Feldman dan Jerry O’Connell. Dia pernah mendapat nominasi Oscar dan Golden Globe lewat film Running Empty. Puncak karir River, menurut saya, adalah saat memerani Indiana Jones muda di Indiana Jones and the Last Crusade.

Umur River Phoenix tidak panjang. Pada 31 Oktober 1993 dia meninggal akibat overdosis heroin dan kokain setelah berpesta di klub Viper Room, yang saat itu sebagian sahamnya dimiliki oleh Johnny Depp. Padahal beberapa minggu sebelumnya sebuah majalah remaja memuat pengakuan River yang anti narkoba. Aktor yang sempat masuk daftar Pomising New Actors of 1986 versi majalah Screen World ini meninggal diusia 23 tahun. Kalau masih hidup mungkin dia yang akan meneruskan peran Indiana Jones menggantikan Harrison Ford.

Kasus yang hampir mirip juga dialami oleh Brad Renfro. Di film debutnya dia langsung berhadapan dengan Susan Sarandon dan Tommy Lee Jones di The Client. Karirnya makin terasah setelah tampil bersama aktor-aktor papan atas seperti Robert De Niro dan Kevin Bacon di film Sleepers.

Sayang, Renfro tidak bisa menjaga reputasinya. Namanya cemar setelah dia ditangkap polisi karena kepemilikan heroin pada Desember 2005. Bukannya sadar, kelakuan Renfro malah makin parah. Pada 2006 dia dipenjara selama 10 hari karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Renfro ditemukan sudah tidak bernyawa di apartemennya di Los Angeles pada 25 Januari 2008. Polisi menyatakan cowok yang sudah main di 23 film ini meninggal akibat over dosis.

Kisah yang lebih tragis dialami Jonathan Brandis. Seperti dua aktor sebelumnya, Brandis memulai karirnya sejak usia muda. Salah satu filmnya yang masih saya ingat adalah It yang diangkat dari novelnya Stephen King. Serta film seri seaQuest DSV yang sempat diputar di salah satu TV swasta. Selepas SeaQuest keberuntungan aktor kelahiran 1976 ini seakan menjauh. Ang Lee sempat mengajaknya main di Ride with the Devil, tapi aktingnya dilibas oleh pesona Tobey Maguire, Skeet Ulrich dan Jeffrey Wright.

Pada 12 November 2003, rumah sakit Cedars-Sinai, LA mengumumkan Brandis tewas akibat gantung diri. Dia baru berusia 27 tahun. Brandis tidak meninggalkan pesan, namun kepada teman-temannya dia sering curhat seputar karirnya yang jalan ditempat. Seorang teman mengatakan, Brandis jadi tukang minum dan bahkan mengutarakan niatnya untuk bunuh diri. Dia sangat kecewa karena aktingnya di film Hart’s War dihapus sutradara Gregory Hoblit. Padahal, Branidis yakin sekali perannya di film itu mampu mengembalikan karirnya.

Lantas siapa yang bisa menjadi panutan bagi bintang-bintang muda agar tidak membuang karirnya dengan percuma? Saya merekomendasikan Robert Downey Jr. Bukan kecanduan narkobanya yang dicontoh, tapi tekadnya untuk bangkit dari keterpurukan. Sama seperti contoh di atas, Downey Jr juga menapaki karirnya sejak usia muda lewat film-film arahan ayahnya sendiri Robert Downey Sr. Tahun 1992 menjadi tahun terbaiknya karena masuk nominasi Oscar lewat film Chaplin.

Dari tahun 1996 hingga 2001, Downey beberapa kali ditangkap polisi karena memiliki narkoba. Sejumlah pusat rehabilitasi ketergantungan obat sudah dimasukinya tapi tidak ada hasil. Tinggal di penjara juga sempat dijalaninya selama setahun di penjara Corcoran, California.

Lima tahun berjuang dan dukungan dari keluarga serta teman membuat dia mampu comeback di kerasnya persaingan Hollywood. Elton John langsung menawarinya tampil di video clip I Want Love. Sementara Mel Gibson, yang menjadi sahabat karibnya sejak tampil bersama di Air America, memberikan peran utama di film The Singing Detective. Kini aktor berusia 44 tahun itu sudah menemukan kembali reputasinya. Dua filmnya di tahun 2008, Iron Man dan Tropic Thunder masuk box office. Golden Globe pun berada dalam genggaman berkat Sherlock Holmes. Jadi pantas dicontoh, kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s